Home » , » Urgensi Tabayyun (Prinsip Etika dalam Islam yang Kini Semakin Ditinggalkan)

Urgensi Tabayyun (Prinsip Etika dalam Islam yang Kini Semakin Ditinggalkan)

Diceritakan oleh Gugun Ekalaya pada Monday, March 30, 2015 | 2:55 PM

Dari melihat perilaku umum akhir-akhir ini saya melihat bahwa bangsa ini:
  • Lemah dalam melakukan penalaran.
  • Lemah dalam literasi media dan wacana.
  • Lemah dalam memahami simbol, kegagalan memahami konteks dan pesan implisit.
  • Mudah teralihkan dan emosional dalam menanggapi hal.
  • Pendeknya ingatan sejarah dan kegagalan membuat korelasi logis
Untuk mengobati penyakit-penyakit ini, dalam ajaran Islam sebenarnya ada prinsip "tabayyun", konfirmasi, cek ricek mengenai suatu berita, pengecekan ulang atas sebuah kabar.

يَأُيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيْبُوا قَومًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Al Hujurat ayat 6 (mimipoenya)

Tabayyun, Prinsip Etika dalam Islam

Tabayyun adalah salah satu aspek dalam pelajaran etika yang luar biasa dalam Islam. Dengan tabayyun, mustinya Juliet nggak akan sebodoh itu bunuh diri, istri Count Dracula juga nggak akan bunuh diri sehingga suaminya berkhianat pada gereja, Majapahit pun tak akan berseteru dengan Pajajaran gara-gara Dyah Pitaloka.

Namun semenjak kejatuhan Konstantinopel, umat Islam menderita inferioritas yang sangat akut. Akibatnya terjebak pada kebanggaan masa lalu yang membabibuta. Apapun dilakukan demi "kejayaan kembali" Islam seperti pada abad pertengahan. Kini umat Islam menjadi umat yang "insecure", merasa terancam oleh minoritas. Umat Islam menjadi alergi pada kritik dan mudah terhasut (beberapa juga malah menghasut). Masih ingat kemarin pas pilpres kan?

Ini contoh yang saya ambil pada 30 November 2014:
Ini ada berita fitnah. Jokowi dikabarkan setujui impor sapi dari Australia sebanyak 264 ribu ekor.
Ini link beritanya:
http://www.intriknews.com/…/setujui-impor-264-ribu-ekor-sap…
Ketua Komisi VI DPR, Hafisz Tohir (dari PAN which is part of KMP) menuding Presiden Joko Widodo tidak konsisten karena telah menyetujui impor 264 ribu ekor sapi asal Australia yang direncanakan akan masuk ke Indonesia akhir tahun ini. Berita soal omongan politisi PAN ini diunggah pada 27 November 2014.
THE FACT WAS:
Jokowi dilantik pada 20 Oktober 2014.
Sedangkan berita kebijakan impor sapi itu terjadi pada bulan sebelumnya which is masih jamannya SBY. Dan menteri pertanian jaman SBY itu adalah...hehehe....beliau dari fraksi......hehehe
Ini linknya:
http://www.radioaustralia.net.au/…/indonesia-buka-k…/1371339
Perhatikan tanggal unggahnya: 24 September 2014. Jadi si politisi itu menuduh Jokowi yang melakukan kebijakan 264 sapi itu. 
By the way sedulur...
Lupakan soal aku dan kamu milih siapa dan dukung siapa. Aku sudah berusaha adil dan jujur. Berita soal kritik pada Jokowi pun aku post juga sebagai upaya kontrol. Saya yang kontra vandalisme FPI pun juga memposting soal FPI melakukan kegiatan amal dan saya salut. Tapi tak semua dari saudara kita melek literasi internet. Meski sangat mudah mengecek silang berita-berita ngawur, tak semua orang melakukannya.Berita apapun pokoknya mendiskreditkan lawan politik junjungan diposting tanpa dicek (ah saya pun melakukannya). Why?...terlalu cinta pada idola? Tidak tahukah bahwa Patrick Star telah mengatakan, "Pemujaan berlebihan itu tidak baik..."
Maka tak heran ketika ada golongan khawarijism (yang ditengarai bentukan intelejen asing) yang mengusung kejayaan Islam macam ISIS diam-diam banyak pendukungnya. Nah, saya sebagai seorang Muslim Rahmatan lil Alamin Garis Keras (cieeee) mengajak saudara-saudara untuk melakukan gerakan "tabayyunism" hehehe. Jangan gampang kemakan hoax yang malah menambah buruk citra kaum kita. Apalagi turut nyebarin. Anda baik jika anda berbuat baik. Jadi mari semakin rajin melakukan kegiatan yang bisa mendidik mereka sesuai dengan bidang dan target potensial anda. Yang bisa nulis ya nulis, yang bisa nggambar ya nggambar, yang bisa ngrekam ya ngrekam.

Melek Literasi Internet dengan Tabayyun Digital

Salah satu cara agar melek literasi internet adalah dengan menyelidiki suatu berita. Kita bisa mengecek tanggal muat suatu berita sambil mencocokkannya dengan foto yang dicantumkan. Apakah itu foto asli dari penulis berita atau diambil dari pihak lain. Apakah tanggal fotonya sama dengan berita? Apakah pemberitaan yang dicantumkan cocok dengan isu aktual yang dilontarkan?

Internet hanya media. Internet tidak bikin kita tambah pintar atau bodoh. Toh ia cuman alat. Tapi internet bisa bikin kepintaran dan kebodohan kita tersebar ke lebih banyak orang. Orang bisa menulis apa saja. Cara menyelidiki validitasnya adalah mengecek silang dengan sumber-sumber lain. Seringkali orang melontarkan isu dengan pencantuman foto atau berita yang kadang tidak saling cocok waktu, anakronis, keliru.

Sayangnya kita sering lupa melakukan "tabayyun digital" macam ini. Penyebabnya banyak. Mungkin kita terbawa emosi karena tersinggung, mungkin karena kita terlalu menjagokan sosok tertentu, mungkin karena lucu, mungkin karena terlalu sensasional.

So...mari tularkan melek literasi internet. Bagaimana kamu membaca internet? Tahu nggak buta literasi ini pun sudah menjangkiti ABG-ABG alay yang ikutan posting soal politik? Selamatkan otakmu dengan melek literasi! TABAYYUN!
Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
Comments
0 Comments
0 Comments

Berikan Komentar

Post a Comment

Translate This Page into