Home » , , » Cara Mendamaikan Dua Anak Balita yang Bertengkar

Cara Mendamaikan Dua Anak Balita yang Bertengkar

Diceritakan oleh Yusifi Erna pada Sunday, May 4, 2014 | 11:56 AM

Anak pertama saya perempuan berusia 5,8 tahun, sedang adiknya laki-laki berusia 2,3 tahun. Jarak usia keduanya yang lumayan dekat membuat mereka sering bertengkar. Ada saja penyebabnya. Misalnya, berebut mainan, saling ejek, berebut perhatian, dan sebagainya. Awalnya saya sangat jengkel kalau melihat mereka bertengkar, dan juga sering marah-marah karena sumpek dan stres rasanya. Tetapi setelah beberapa kejadian, saya mendapati diri saya menyesali tindakan saya tersebut. Saya akhirnya menyadari kemarahan saya tidak menyelesaikan masalah, tapi justru menambah masalah yang lebih besar lagi. Akhirnya saya bereksperimen selama beberapa bulan dan berhasil mengurangi frekuensi pertengkaran dan cepat mendamaikan mereka. Di bawah ini adalah tips mendamaikan balita yang sedang bertengkar, hasil pengalaman saya tersebut.

Dua balita bertengkar
Apa yang Anda lakukan untuk mendamaikan kedua balita Anda yang bertengkar?

Empat Tips Mendamaikan Dua Anak Balita yang Bertengkar

Ketahui Penyebab Pertengkarannya

Cobalah Anda perhatikan dengan seksama ketika mereka sedang bertengkar. Tidak perlu langsung memisahkannya begitu saja. Amati bagaimana mereka mengekspresikan kekesalannya, yang penting Anda harus tetap waspada jangan sampai melewati batas yang membahayakan bagi mereka. Di sana Anda akan tahu akar masalah yang menyebabkan mereka bertengkar.

Jangan Membentak

Anda tak perlu berteriak atau membentak mereka saat bertengkar. Bentakan hanya akan membuat balita ketakutan, bahkan seringkali menjadi trauma yang mereka rekam dalam memori hingga mereka dewasa. Pada akhirnya, balita yang sering dibentak dan ditekan akan menjadi gagap ketika dewasa. Anak yang cerdas bahkan akan meniru tindakan orangtua yang sering membentak. Dengan demikian, seringkali cara membentak bisa memicu pertengkaran lain yang lebih hebat akibat imitasi anak tersebut.

Alihkan Perhatian Anak

Anak seringkali bertengkar memperebutkan mainkan. Cobalah trik ini. Carilah terompet, bel, atau barang yang bisa dibunyikan misalnya gelas untuk dipukul dengan pulpen, dan sebagainya. Bunyi-bunyian dapat kita pakai untuk mengalihkan perhatian dan menghentikan pertengkaran mereka. Jika pertengkaran mereka berhenti sejenak, segera bujuklah mereka supaya mau bermain bersama-sama. Bila perlu, Anda ikut mengambil peran di dalamnya. Saya sendiri melakukannya dengan mengajak mereka main petak umpet. Saat mereka asyik main petak umpet, saya singkirkan benda-benda mainan yang menjadi penyebab mereka bertengkar tadi.

Beri Mereka Kejutan yang Mereka Sukai

Jika langkah di atas belum berhasil meredakan pertengkaran mereka, cobalah langkah terakhir berikut ini. Berilah mereka kejutan, misalnya dengan membawakan mereka kue atau es krim, atau makanan yang mereka sukai: "Taarrrraaaa, Mama punya kue lezat! Ayo siapa yang mau sini, sini." Kejutan lainnya dapat Anda lakukan dengan tiba-tiba muncul memakai kostum yang unik sederhana seperti hidung badut berbentuk bola untuk mengajak mereka bermain bersama: "Hayooo, Mama jadi akan main sulap Perhatikan." atau memakai mainan mereka sendiri misalnya topeng hantu seraya bilang, "Mama jadi hantu. Siapa yang nakal akan aku bawaaa. Haaa."

Nah, langkah-langkah di atas sudah saya terapkan dan sukses menghentikan pertengkaran kedua anak balita saya. Hal itu terus saya terapkan setiap saat timbul pertengkaran di antara keduanya. Ternyata usaha tersebut memang dapat mengurangi frekuensi pertengkarannya. Intinya, sebagai orangtua kita harus sabar menghadapi dua balita yang selisih umurnya tidak jauh seperti kedua anak saya.

Sekian +Tukar Cerita kali ini, jika moms punya pengalaman lain, silakan berbagi cerita lewat komentar di bawah. :)


Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
Comments
0 Comments
0 Comments

Berikan Komentar

Post a Comment

Translate This Page into