Home » , , » Empat Tips Mencegah Anak Balita Ngompol

Empat Tips Mencegah Anak Balita Ngompol

Diceritakan oleh Yusifi Erna pada Wednesday, March 5, 2014 | 10:56 AM

Alhamdulillah hari ini saya bisa mulai menulis di blog ini untuk ber+Tukar Cerita dengan para pengunjung. Sebagai tulisan pertama, saya akan berbagi tips mencegah anak balita ngompol. Tips ini berdasarkan pengalaman saya sendiri sebagai ibu dari dua anak yang berusia lima dan dua tahun, jadi InsyaAllah sudah terbukti, minimal buat saya sendiri, hehehe.
Anak-anak usia balita pada umumnya sering mengalami pipis di celana alias mengompol. Hal ini tentu saja membuat ibu-ibu merasa repot, selain harus rutin mencuci celana anak yang selalu numpuk, sang ibu juga harus sering mengganti seprei kemudian selanjutnya harus menjemur kasurnya yang kena ompol. Belum lagi jika kasur dari bahan kapuk seperti yang kami miliki, wah, beratnya minta ampun!


Alhamdulillah sekarang saya sudah tidak mengalami hal itu lagi. Kedua anak saya tidak lagi merepotkan saya seperti dulu. Anak yang pertama sejak umur dua tahun sudah tidak pernah mengompol di kasur lagi, sekarang adiknya yang berumur dua tahun sudah tidak pernah mengompol di kasur walau kadang kalau sedang bermain saya masih kecolongan tapi tidak parah.

Sesuai pengalaman saya kebiasaan mengompol pada anak disebabkan beberapa faktor di antaranya adalah keterlambatan mekanisme kontrol kencing, kegagalan toilet training, dan krisis emosional berupa stres yang membuat anak merasa cemas dan takut (kalau anak saya takut jika kamar mandi gelap dan kotor sehingga tidak mau ke kamar mandi).

Berikut tips mencegah mengompol yang sudah berhasil saya terapkan pada anak pertama saya, dan saat ini sedang saya terapkan kepada anak kedua saya.

Kendalikan Tingkah Polah Balita

Berendam air terlalu lama memicu ngompol pada balita
Bermain atau berendam air terlalu lama memicu ngompol pada balita
Masa balita adalah masa eksplorasi yang membuat aktivitas anak begitu intens dengan segala rasa penasarannya. Karena masih dalam masa tumbuh kembang, seringkali anak belum dapat mengendalikan polah tingkahnya. Menurut pengalaman saya, polah anak yang terlalu banyak memicu ngompol pada anak saya. Kemungkinan ini terjadi karena kecapekan sehingga ketika balita tidur dan merasa ingin pipis tetapi menjadi tidak sanggup untuk bangun. Mungkin juga kecapekan itu membuat reaksi balita terhadap pipis yang belum terlatih menjadi terganggu kemudian tidak bisa mengontrolnya. Fenomena tersebut sangat dikenal oleh ibu-ibu yang dalam bahasa Jawa disebut anyang-anyangen, sakit pada saluran kencing balita karena terlalu banyak aktivitas loncat-loncat. Oleh karena itu, jangan biarkan anak-anak terlalu banyak bertingkah pada siang hari terutama loncat-loncat dan lari-lari yang berlebihan.

Mengontrol Balita dari Air

Bermain air terlalu lama seperti berendam di bak atau kolam renang dan main hujan-hujanan juga melenakan kontrol pipis anak balita. Seringkali mereka pipis dalam celana saat berendam di dalam air. Saya amati, anak yang minum air secara berlebihan apalagi minuman yang manis rasanya juga berakibat sering mengompol. Kendalikan balita dari kedua hal ini.

Mengatur Disiplin Balita

Langsung menghukum apalagi membentak anak yang mengompol hanya membuat anak semakin merasa bersalah yang akibatnya justru memperburuk keadaannya. Kontrollah kencing balita tiap saat, sering mengajak anak ke kamar mandi  meski ia tidak kebelet  pipis. Hal ini untuk melatih disiplin membiasakan anak buang air di kamar mandi. Biasakan untuk mengajaknya buang air ke kamar mandi sebelum tidur dan di pertengahan tidur yaitu saat-saat balita rawan mengompol. Bila mereka masih mengantuk, bimbinglah dia pipis dengan cara membopongnya (dalam bahasa Jawa ditatur). Apabila perlu, keesokan harinya berilah reward dengan memberi hadiah atau pujian ketika dia berhasil/tidak mengompol lagi saat tidur.

Membuat Balita Merasa Nyaman

Seperti telah saya sebutkan di atas, kadang anak merasa tidak nyaman untuk buang air kecil gara-gara kamar mandi atau toilet yang jorok dan gelap. Oleh karena itu, jagalah selalu kebersihan kamar mandi dengan memberi aroma terapi yang menyegarkan dan meneranginya dengan lampu kamar mandi khususnya bila pencahayaan dalam rumah Anda kurang. Untuk mencegah stres, saat malam hari kita bisa memberikan ketenangan pada mereka dengan mendongeng cerita-cerita yang menyenangkan sebelum mereka tidur.

Last but not least, jangan lagi membiasakan balita kembali menggunakan popok-sekali-pakai (disposable diaper) karena itu akan merusak toilet training anak yang telah kita lakukan di atas. Nah, itulah tips mencegah mengompol anak balita yang saya lakukan, hal yang memang tidak mudah tetapi jika anda telaten dan sabar pasti akan berhasil. Selamat mencoba!
Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
Comments
0 Comments
0 Comments

Berikan Komentar

Post a Comment

Translate This Page into