Home » , , » Tips Aman dari Pencurian Saat Berpergian dengan Bus

Tips Aman dari Pencurian Saat Berpergian dengan Bus

Diceritakan oleh Unknown pada Monday, May 13, 2013 | 1:41 PM

Saat ini saya sedang berpergian ke Bandung dengan transportasi bus. Biasanya, saya pergi berdua dengan kawan kerja, kali ini saya sendirian. Bila saya boleh memilih, saya lebih suka berdua atau dengan teman karena selain ada teman diajak ngobrol, saya juga merasa aman bila ingin tidur. Ya, di saat berpergian jauh dengan transportasi bus saya masih agak was-was terutama saat tidur. Hal ini disebabkan karena pengalaman buruk teman saya, beliau harus kehilangan laptopnya dalam bus tanpa beliau sadari. Seseorang telah mencuri dan menggantinya dengan kardus yang dia masukkan ke dalam tas laptop tersebut. Melihat cara kerjanya yang cukup rapi yaitu sudah mempersiapkan alat (kardus) dan paham situasi (tahu kapan pemilik barang tidur/tidak sadar), saya menyimpulkan pencurinya sudah berpengalaman atau bahkan profesional. Oleh karena itulah, saya kali ini ingin mencoba membuat tips aman dari pencurian saat kita berpergian jauh dengan kendaraan bus, minimal buat saya sendiri.

Bagaimana supaya Anda aman dari pencurian saat berpergian dengan bus? (foto: BisMania Community)

Kenalilah Penumpang di sekitar Anda

Mengenali tidak harus berkenalan. Di saat diam saya kadang menyimak obrolan penumpang di sekitar tempat duduk saya. Tanpa harus memelototi, saya juga memperhatikan perilaku mereka. Dalam psikologi maupun sosiologi, faktor perilaku penting untuk memahami keadaan sekitar. Anda boleh menyebut saya phobia tapi yang saya pegang prinsipnya adalah waspada bukan berarti curiga. Waspada itu wajar, curiga itu sudah lebih dari itu. Di saat lain, kadang saya memang sungguh berkenalan dengan penumpang khususnya sebelah saya. Jika Anda punya kemampuan sosialisasi cukup kuat untuk berkenalan dekat dengan penumpang sebangku, hal itu sangat bermanfaat pada situasi yang seperti ini. Setelah kenal dekat, Anda bisa menitipkan barang bawaan padanya saat harus ke toilet atau kenal lebih jauh jika Anda jomblo. Out of topic, hehehe.

Jangan Menerima Makanan yang Ditawarkan

Ada beberapa kejadian pencurian di bus dengan modus pembiusan lewat makanan. Tips kedua ini saya lakukan untuk menghindari hal itu. Membawa bekal makanan sendiri dan menawari yang lain jauh lebih baik. Inilah rahasia pepatah memberi lebih baik daripada menerima atau tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, yaitu salah satunya supaya Anda tidak terbius di bus (tafsir ngawur saya, hehehe).

Bawa Barang yang Ringkas

Jika memungkinkan, bawalah barang bekal Anda dalam satu tas ringkas yang dapat Anda bawa ke manapun Anda pergi karena seringkali kita harus buang air kecil ke toilet bus, atau harus mengambil jatah makan di pemberhentian di lokasi tertentu (untuk bus malam jalur Malang Jakarta biasanya ada dua kali istirahat makan, yaitu di daerah Tuban buat wilayah timur dan Indramayu buat wilayah barat). Saat Anda berpergian sendiri, tas ringkas yang bisa terus dibawa akan meminimalisir terjadinya pencurian di dalam bus.

Hati-hatilah Membawa Tas Punggung atau Ransel

Saya pernah mendapati pencopet beraksi lebih leluasa mencopet barang penumpang yang mengenakan tas punggung karena biasanya penumpang tidak sadar tasnya yang berada di belakang disatroni pencuri. (Jujur saya tidak berani berteriak copet. Bukannya saya masa bodoh, saya lebih memilih mengingatkan penumpang yang lewat daripada meneriaki pencopet yang berpotensi mati dimassa. Pencopet memang salah, tapi membunuh menurut saya lebih jahat lagi. Jika penumpang akan turun, saya sarankan mereka agar turun lewat depan ketika saya melihat ada pencopet di belakang dan sebaliknya.) Oleh karena itu, jika Anda memakai tas punggung atau ransel sebaiknya sementara Anda kenakan di depan dada alias menjadi tas dada kecuali Anda yakin tas Anda terkunci dengan baik atau cukup aman dari pencurian. Kadang ABG sekarang melakukan pengalihfungsian tas punggung menjadi tas dada ini hanya karena ingin bergaya, padahal di situasi inilah sebenarnya tindakan ini berguna. (OOT lagi sedikit, kadang kita melihat juga orang membalik jaket yang dia kenakan, yang belakang ditaruh di depan. Menurut saya, hal tersebut akan tepat situasi ketika kita mengendarai sepeda motor dengan mengenakan jaket yang tidak ada kancing baju atau resluiting. Tujuannya menahan angin.)

Aturlah Waktu Tidur

Pencuri dalam bus beraksi memanfaatkan waktu tak sadar para penumpang. Bukan berarti jika saya tahu perilaku pencuri lantas berarti saya pencuri juga, hahaha. Jika Anda pergi berdua atau rame-rame, atau Anda sudah kenal teman sebangku seperti di atas, ada baiknya berunding untuk bergiliran tidur agar yang terjaga mengawasi barang bawaan kita. Apabila sendirian, saya memilih tidur ketika penumpang lain masih terjaga walaupun saya lebih sering jatuh tertidur. >.< Menurut saya, secara tidak langsung penumpang sekitar juga secara tidak langsung akan menjaga barang kita dari pencurian, kecuali mereka tidak berani memberitahu seperti saya di atas repot juga. Hehehe.

Gunakan Jaket yang Aman

Maksud saya adalah jaket yang memiliki desain aman dari pencurian, yaitu memiliki resluiting yang tertutup dan saku di balik muka dalamnya, bukan muka luar. Saku semacam ini relatif lebih aman untuk menyimpan barang berharga seperti dompet beserta isinya dan handphone daripada saku di muka luar jaket.

Duduklah di Dekat Jendela

Ini berdasar pengalaman lagi. Saya hampir menjadi korban copet karena duduk di bagian dalam, dekat lorong. Saya sudah curiga karena pencopetnya enggan mau duduk. Jika dapat tempat duduk pun dia akan menyerahkan ke penumpang lain dan dia memilih berdiri. Oleh karena itu jika ada orang menyerahkan tempat duduk di dalam bus, jangan berbaik sangka dulu. Amati perilakunya. Bisa jadi justru pencopet. Orang yang memilih berdiri walau bangku ada yang kosong patut diwaspadai, apalagi jika dia memepet penumpang yang lewat di sekitarnya. Untuk kasus saya, saya sudah setengah tertidur ketika tiba-tiba oknum tadi mengambrukkan diri ke arah saya sambil tangannya saya rasa masuk ke saku. Spontan saya dekap saku saya yang waktu itu hanya ada uang empat ribu (buat jaga-jaga beli tahu petis atau pengamen, hehehe.)

Demikian tips berpergian naik bus dari saya agar Anda aman dari tindak pencurian.
Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
2 Komentar
2 Komentar
Komentar

2 Komentar:

  1. semangat ngeblog kang? ayo blogwalking nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas Boris, pelan-pelan. Saya jarang olahraga di dunia nyata, eh di sini blogwalking saja juga ogah-ogahan. Parah. :D

      Delete

Translate This Page into