Home » , » Penyerangan Israel atas Palestina dalam Pandangan Kawruh Jiwa (Bagian 2)

Penyerangan Israel atas Palestina dalam Pandangan Kawruh Jiwa (Bagian 2)

Diceritakan oleh Tricahyo Abadi pada Saturday, November 24, 2012 | 5:17 PM

Rido Hanjogo:
Ya kita cenderung subyektif, tapi saya pribadi berupaya untuk obyektif dan fokus dalam diskusi, contoh seperti kalau saya tahu bhwa Ki Tricahyo Abadi mengaku Islam, langsung saya "mengambil catatan dalam memori saya, pasti Ki ini berbaju model Arab, atau model Taliban, suka berjihad, jijik dengan babi dan sebagainya" padahal kenyataan sebenarnya mungkin tidak spt itu, oleh sebab itu, saya menghindari keinginan rasa tahu saya terhadap label-label yang dimiliki oleh teman-teman di sini. Dan lagi bicara toleransi, apakah selama ini saya terbukti menjelek-jelekkan atau membuat rasa tidak nyaman orang lain? Saya tidak tahu kenyataannya, tapi blum ada teman yang komentar, bahwa saya membuat telah membuat sengit, kalaupun nanti ada yang bilang begitu, saya dengan senang hati akan minta maaf. (Jangan dijawab dulu, ada komen ki Kondang...komen2 sy dng Ki Tricahyo terkesan "panas" bg sy biasa saja Ki). Untuk Ki Tricahyo Abadi, maaf mungkin saya telah membuat penasaran anda soal agama, saya kira ki mengerti, di dunia maya ini orang bisa mengaku apa saja, bisa berkata jujur atau menipu, mengaku miskin atau kaya, jadi dalam pandangan saya label-label semacam itu tdk penting untuk membahas suatu topik di grup. Dan tidak bisa dipungkiri, di grup ini mungkin ada yang beragama, dan ada yang tidak beragama, ada juga yang free thinker, dan tipis dihindari dalam kondo takon untuk tidak terjadi gesekan, yang membuat rasa sengit, yang terpenting rasa sengit tidak diwujudkan dalam tindakan yang dpt melukai fisik orang lain, biarkan orang menderita dengan rasa sengit yang dibangunnya sendiri, dan biarkan orang menyembuhkan roso sengitnya pula

Tricahyo Abadi:
Saya sharing di diskusi tentang agama kali ini mendasarkan catatan saya dan menurut saya yang banyak dilatarbelakangi catatan sebagai muslim. Menurut ki Kondang "bela rasa" muslim menyerang kristiani dulu karena catatan muslim yang mengidentikkan gereja dengan israel. Menurut saya sebagai muslim dulu saya bukan mengidentikkan, tapi karena adanya ayat dalam quran yang menggandengkan yahudi dan kristen tdk ridha terhadap islam. dalam kondisi perang di atas dikuatkan dengan adanya dukungan amerika ke israel, yang menurut ki kondang "dianggap" padahal menurut saya itu "fakta". yang mungkin jadi anggapan saya yang salah adalah "amerika" dulu saya identikkan dgn "kristiani", hingga saya pun masih bingung apakah pernyataan ki kondang tentang abstainnya kristiani itu benar karena hal yang saya anggap "fakta" itu. Mungkin yang perlu dipilah-pilah lagi, ada yahudi bangsa, israel negara atau bangsa, palestina sebagai bangsa, negara ataukah muslim. Ki Rido Hanjogo, saya mohon maaf membuat hatimu sakit Ki. segala yang Ki bilang betul, dan saya yang salah. Saya tidak ingin tahu lagi apa agama Ki Rido. Karena sudah saling merasa tidak enak, baiknya saya sudahi kondo takon saya di sini. Saya izin copas saja kalau sudah jernih masalahnya. Saya tidak berusaha melabeli Ki. Saya memang penasaran/ingin tahu catatan versi "penginjil", catatan versi "muslim", catatan versi "agama Ki Rido". Catatannya bukan diri orangnya. tapi sekali lagi saya tidak lagi ingin tau karena ki rido sudah keberatan. Maaf ya Ki. anggap saja gesekan padi di lesung Ki, yang akan memutihkan beras.

Rido Hanjogo:
Saya kira Ki Tricahyo Abadi tidak perlu minta maaf, sama sekali tidak ada kesalahan Ki terhadap saya, dan saya tidak sakit hati dengan Ki, maka dengan rendah hati saya mohon jangan menyudahi kondo takon ini, saya senang berdiskusi dengan anda. Begini Ki Tricahyo, mungkin gaya bahasa saya yang ceplas ceplos dan strike tidak biasa bagi Ki, tapi Ki sudah lama di grup ini, saya kira pernah baca komen saya terhadap Ki Kondang yang jauh lebih pedas dari ini, dan Ki Kondang saya lihat masih mau kondo takon dengan saya, jadi tetaplah kondo takon disini, soal salah dan benar, siapa yang berhak menilai, seperti yg sering saya katakan di sini tidak ada guru-murid, di sini semua pelajar, bgitu Ki pandangan saya. Sebetulnya kalau dibaca dengan seksama komen-komen terdahulu saya, justru saya baru mengkonfirmasikan pendapat Ki Kondang Sarwoedi, soal Yahudi, Kristen dan Islam, dengan cara "mengoreksi pernyataan-pernyataan beliau yang saya anggap kurang pas " tapi model diskusi ki Kondang memang tidak langsung menjawb pertanyaan, sehingga terkesan komen-komen di sini seakan membela catatan yang dibawa oleh masing-masing, padahal saya sempat tulis, jangan diartikan saya membela penginjil, tapi yah kita diskusi dengan banyak orang, dengan latar belakang majemuk, kondisi yang berbeda, dll, tapi inilah fakta bagi kita semua, untuk menyampaikan informasi, atau yang diketahui sesuai dan sebatas yang kita ketahui, dan kalo bisa informasi itu berguna bagi yang lain. Terkait ini saya mohon Ki Tricahyo Abadi tak perlu sungkan-sungkan dengan saya, dan aktif dalam kondo takon di wall ini, thanks

Tricahyo Abadi:
Saya bertanya tentang agama itu karena mulai mengikuti gaya Ki di sini walau saya sendiri orangnya sering tersinggung klo diceplosi. ndilalah kok ngga berkenan, haha. yang saya senang dari forum ini adalah cara berpikir para pelajar yang tujuannya bukan untuk saling menyakiti seperti di forum-forum debat lain, tetapi untuk menelusuri apa yang terjadi pada diri ini. Itu yang jadi tujuan saya ki, bukan untuk menyakiti lho.

Rido Hanjogo:
Harus diakui bahwasanya saya dan ki Tricahyo Abadi telah keno provokasi Ki Kondang Sarwoedi *sambil bandem teklek ke arah Ki Kondang *

Tricahyo Abadi: 
 wkwkwkwk. saya tadi tidak melihat ki rido membela penginjil, tapi saya tadi menilai dengan tendensius bahwa "sepertinya dasar catatan" ki rido adalah catatan kristiani, bukan membela kristiani lho wkwkwkwk. juga gara-gara provokasi pengakuan "dosa" ki kondang sebagai penginjil, saya langsung ngaku bahwa saya muslim, dan segera ingin tahu pengakuan ki rido sebagai apa.

Rido Hanjogo:
Memang betul Ki Tricahyo Abadi, yang saya pakai sebagai referensi untuk komen saya adalah catatan -catatan Kristian, terus terang saya pingin tahu lebih banyak atau sejauh mana Ki Kondang Sarwoedi menguasai theologia, baru kali ini saya berkesempatan ketemu seseorang yang mengaku sebagai penginjil ( meskipun saya tidak menanyakan agama Ki Kondang) tapi sebagai penginjil tentu tahu banyak mengenai theologia dan sejarah Kristen, namun hingga sampai komen sebanyak ini, saya masih meragukan untuk pengetahuan dan wawasan ki Kondang,
tentang ajaran Kristen, sekaligus meragukan pernyataannya , yang mengatakan bhwa beliau mantan penginjil, karena dibanding dengan catatan keyakinan Islam, penginjil itu bisa dikatakan setingkat ustadz bahkan bisa jadi ulama, bisa anda bayangkan tingkat pengetahuan ilmu agamanya. Untuk harapan ki Tricahyo, sekali lagi maaf saya tdk bisa memenuhi harapan itu, he he thanks

Kondang Sarwoedi:
kkkk itulah drama manusia dalam ukuran ke-2nya

Rido Hanjogo:
Nah ini...ki Kondang Sarwoedi, sudah muncul lagi, selamat datang Ki, anda benar-benar sesuai namanya,memang ki ini benar-benar Kondang. lanjuuuuttt Ki

Kondang Sarwoedi:
Theologi itu banyak mazhab sebagaimana juga usulludin (theologinya Islam), liberalnya Islam juga ada klaim kebenaran (catatan yang nabet) itu yang sangat meyakini suatu pendapat sebagai fakta dan itu refleksi catatan yang ingin tetap bersinggasana di tahtanya kkkk

Rido Hanjogo:
Mantab..ya umumnya memang bgitu....lanjut ..

Kondang Sarwoedi:
Catatan agama/kepercayaan semestinya jadi mesin damai, eh ternyata cuma gagasan damai yang bunyinya "kalau di dunia ini agama/kepercayaan cuma satu dan seperti yang aku yakini maka ...." kkkk dasar catatan penak-e anggonmu ngereh aku.

Rido Hanjogo:
Mudah saja kalo tidak mau di ngereh ya tolak catatan itu, atau kalau percaya , maka percayailah itu, manusia memiliki kebebasan utk memilih to Ki, tidak memilihpun merupakan pilihan kata Almarhum Gusdur, gitu aja kok repot, kkkkk lanjut ...

Kondang Sarwoedi:
Weh catetan kuwi ampuh lho,keahliane nglimpe,yen wis ketatap-tatap lagi dikonangi kurang ajar tenan kkkk

Rido Hanjogo:
Oleh sebab itu, saya tunggu lagi Ki Kondang Sarwoedi, di status yang lain, silahkan kalo mau dilanjutkan lagi oleh teman yang lain, namun sebelum saya mundur dari kondo takon di status ini, saya punya dongeng pendek Ki , begini:
Ada sebuah sungai yang mengalir, di dalam sungai itu banyak sekali terdapat emas, permata, batu mulia dan lain-lain, juga ada sampah -sampah, dan tentu ada juga maaf tai. Suatu kali ada orang mandi di sana, orang tersebut justru tidak mengambil emas, permata, batu mulia, melainkan hanya mengumpulkan sampah-sampah dan tai di dalam keranjangnya, kemudian dia keluar dari sungai. Dalam perjalanan pulang orang tersebut berteriak-teriak: "hai orang-orang, saya kasih tahu, Anda jangan mandi di sungai itu , sungai itu penuh sampah dan tai saja, ini buktinya!" demikian katanya sambil memperlihatkan isi keranjangnya.
Demikian Ki, semoga dongeng ini bisa dipetik manfaatnya, thanks!

Kesimpulan

Kondang Sarwoedi:
Sing jelas wae angel dingerteni apa meneh analogi kkkk dongeng sisan. KJ KAS tak ada korelasi dengan kasus Gaza kecuali cuma meneliti timbulnya tindak perang, tidak menyimpulkan penyebabnya adalah catatan jare-jarene,itu kesimpulan prematur, banyak catatan-catatan yang bisa menjadi faktor terjadinya perang. Ki Rido, ini dari pribadi saya yang arogan mengajak anda untuk sama-sama tidak arogan, sebenarnya tidak ada gunanya kondo takon dengan anda.

Rido Hanjogo
:
Thanks Ki Kondang Sarwoedi, atas ajakan dan teguran kepada saya agar saya tidak arogan (tinggi hati) , ya saya akui memang saya tidak rendah hati, satu hal yang perlu saya sampaikan, bagi Ki Kondang kondo takon dengan saya memang tidak ada gunanya, berbeda dengan saya, bagi saya kondo takon dengan Ki Kondang telah saya peroleh manfaatnya, terutama saya bisa mengenal dan belajar KJ KAS dari versi Ki, itu salah satu alasan kenapa saya berada di grup ini.

Sunarno Mantingan:
Benturan dua 'klaim' yang sama-sama tidak mau mengalah. apalagi 'klaim' yang ada pada masing-masing negara diperkuat oleh kitab suci. Wah jan., semakin nyakot rasa paling bener'e.masih ditambah dengan rasa butuh-rasa butuh yang lain (pangupa jiwa; kehormatan; dll)--juga disokong oleh para sekutu di masing-masing negara.rasa sakwenang-wenang, rasa demen sengit--isih ketambahan ana sing bela. Pehh.,umpama tukaran ngana ya jan gegirisi tenan. Tapi yen nanggepi seruan budal jihad ke Palestin...ha ya kosek. Jihad'ku dewe durung rampung je.hah ha...

Kondang Sarwoedi:
Kalo aku mendukung seruan jihat ke Palestina,sebanyak mungkin, sing penting aksi- nya jangan di Indonesia ndak disebut teroris, nilai-nya turun kkk apa lagi aku tidak punya kepentingan dengan Israel-Palestina sing penting Indonesia jangan jadi korban.

Sunarno Mantingan:
Hah ha...apik Ki.aksi ya kudu mikir nilai ya.mosok wis kadung aksi nilaine mrosot dadi abang.

Kamerad Kanjeng:
Aku tak takon. Ki Kondang Sarwoedi, Amerika kristen...Eropa kristen. itu kandha-nya Ki Kondang. takonku:"yang beragama itu orang? atau negara? atau benua?" Kedua: kandaku, relevansi ajaran KAS dan perang palestina ada. Tampak jelas dalam berbagai wejangan KAS, salah satunya dalam wejangan KAS soal sebab-Akibat. yang ku upload tempo hari yang aku share ke group ini dari SOERJOMENTARAM MANUSIA BEBAS. Menurut KAS, agama, dalam satu kalimat: "AGAMA KI MARAHI SULOYO". Menurut Simon Hasi Holan Tambunan, ajaran KAS itu berusaha membebaskan orang dari jeratan dogma, untuk kembali menjadi bangsa merdeka. Ki Kondang Sarwoedi, hape mu agamane apa? pit mu agamane apa? mobilmu agamane apa? sapimu agamane apa? kirikmu agamane apa? liyane wong apa iso duwe agama.

Kondang Sarwoedi:
Malah ana sing nduwe Tuhan barang ki, dadi sok kewolak-walik,dadi yen catetane negara identik karo agama lak ora salah ta? KJ mung mawas tumindak mangkono kuwi akibate ya ngono, apa meneh yen takone hp-mu agamane apa kuwi wonge wae sing mung arep gawe ribet. Saya sendiri sudah tidak ibadah ke gereja tapi banyak pendeta-pendeta dan mahasiswa-mahasiswa theologi yang ngajak sharing khususnya lintas agama dan TDAK PERNAH ADA PASULAYAN karena tujuannya yang memang dua hal yaitu pasulayannya (perbedaannya) di mana dan rujukannya (ketemunya) dimana.
Ya kalau yg dicari PASULAYANNYA yang jadi BANK SULAYA, kondo ya sulaya takone ya nganggo sulaya moco-moco nyunggi mawa kkkk. Ayo tak tunggu pasulayanmu! Aku ya duwe tabungan nang bank sulaya kkkk, ini yang namanya dialog (kondo-takon) tapi tidak taat azas dialog (pathokaning kondho), demikian pula dalam perang, ada etikanya dan catatan Islam sangat mengedepankan itu dan dalam pandangan saya Israel pakai etika perang "wathon menang".

Tricahyo Abadi:
A single story create stereotypes; and the problem with stereotypes is not that they are untrue, but that they are incomplete. They make one story become the only story. Kata gadis nigeria ini mungkin bisa mewakili pikiran saya ki rido. The danger of a single story. (Typo: Create harusnya creates)

Kondang Sarwoedi:
Iki malah bonus grammar kkk mbok nang pesan wae, let's the private be private, don't mix it into public area kkkk

Tricahyo Abadi:
Haha. Ngawur ya ki. Barusan dpt dari ted.com ttg bahaya cerita tunggal.

Kondang Sarwoedi: kkkk

Kamerad Kanjeng:
Wah kampiyun tenan ki Kondang ki, Tabik. Kamerad Kanjeng karo nyruput kopi susu... (KAS sendiri agamanya apa?)
Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
Comments
0 Comments
0 Comments

Berikan Komentar

Post a Comment

Translate This Page into