Home » » Malaikat Pembawa Hikmah

Malaikat Pembawa Hikmah

Diceritakan oleh Tricahyo Abadi pada Monday, January 21, 2013 | 9:27 PM

Tamu-tamu, malaikat kecil pembawa hikmah (mudah-mudahan tak segan berkunjung memberi hikmahnya.


Bunglon - Hewan ini suatu hari nyelonong masuk ke dalam rumahku. Jelas sekali pelajaran yang dibawanya: Kau boleh lemah, tapi jika kau memiliki kemampuan adaptasi yang cepat, kau bisa selamat dari kekurangan itu.


Belalang sembah - nabi satu ini kudapati nangkring di pohon lombokku yg sangat subur. (pohon itu kini telah mati, tapi anak2nya menggantikannya.) Setelah bercinta, si betina akan memancung kepala si jantan. Sekali dayung dua pulau terlampaui, bercinta sambil memenuhi gizinya. Ya, dia ini karnivora yg memangsa pasangannya. Bahkan kodok, burung, tikus, dan ular yang bagiku sgt menakutkan pun jadi mangsanya. Hikmahnya: aku agak bingung nih. Mungkin don't judge a book by its cover ya, alias hati2lah kaum laki2, sebuas, sekejam, sepreman apapun dirimu kau bisa jadi mangsa kaum betina, >.<


Kodok bencok - dulu saat melihat kodok tewas akibat tabrak lari pengendara di jalan kukira kodok adalah hewan yang sangat lemah. Tapi saat kutahu ada jenis katak yang kemampuan memanjatnya melebihi aku manusia, bahkan ada yg sangat beracun, aku jadi sadar penilaianku dulu tdk sepenuhnya benar. Hikmah sementara dari tamu satu ini: Kadang kau merendahkan sesuatu bkn krn penilaian itu salah, tapi karena hanya sepotong, jadi tidak lengkap. 


Ular - Ular besar sudah kuketahui dia hanya berbahaya jika membelit, tapi ular kecil bervariasi racunnya. Krn itulah aku takut dgn tamu kecilku ini. Tamuku ini akhirnya bernasib tragis: dibunuh tukang yg kusuruh menangkapnya. Hikmah: ketidaktahuan akan sesuatu bisa menimbulkan kengerian, ketakutan berlebihan, bahkan tragedi. Oleh karena itu, kenalilah baik-baik sekitarmu. (Suatu saat aku akan membeli ensiklopedia ular yang lengkap.) 


Ngengat - Tamu ini kuamati kadang pura-pura mati, entah untuk mengelabuhi pemangsa atau tujuan lain. Tapi yang terkenal dari ngengat ini adalah ketertarikannya terhadap cahaya. Satu hipotesis menyebutkan dia memakai sistem navigasi dgn GPS cahaya bulan. Sumber-sumber cahaya buatan manusia mengacaukannya bahkan dpt berakibat fatal spt lilin yg dpt membunuhnya. Hikmah yang kudapat: Manusia tertarik akan cahaya (kebenaran) dan akan terus mencarinya. Kadang dalam prosesnya, ada cahaya-cahaya palsu yang bisa membelokkannya dari kebenaran itu, bahkan membuatnya terbunuh.
Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
Comments
0 Comments
0 Comments

Berikan Komentar

Post a Comment

Translate This Page into