Home » , , » Tips Mengatasi Keputuhan Saat Hamil

Tips Mengatasi Keputuhan Saat Hamil

Diceritakan oleh Unknown pada Wednesday, December 17, 2014 | 5:28 PM

Tips Mengatasi Keputihan Saat Hamil - Pada dasarnya, keputihan yang dialami saat hamil tidak jauh berbeda dengan kondisi keputihan pada wanita normal. Kedua kondisi ini disebabkan karena tidak terjaganya kebersihan dari organ intim. Terlebih lagi, ibu hamil akan mengalami perubahan hormonal yang membuatnya bisa menjadi stres sehingga sering sekali terjadi perubahan suasana hati yang bisa memicu munculnya keputihan. Banyak ibu hamil yang merasa keputihan bisa mengganggu kondisi janin, sehingga hal ini membuat mereka was-was.

Keputihan di saat hamil
Keputihan di saat hamil seringkali meresahkan calon ibu
Keputihan itu sendiri dibedakan dalam dua jenis, yaitu keputihan yang bersifat normal atau fisiologis dan keputihan abnormal atau patologis. Di bawah ini ada beberapa poin penting untuk bisa memastikan apakah keputihan yang Anda alami saat hamil tergolong normal atau abnormal:
  • Apabila lendir yang diproduksi saat kehamilan berada pada tingkat berlebih, hal ini masih tergolong normal. Lendir yang tebal itu sendiri dihasilkan karena adanya pengaruh dari hormon estrogen sehingga aliran darah ke panggul meningkat. Namun jika keputihan yang dialami saat masa kehamilan ternyata tidak memiliki bau, tidak berwarna, serta ada rasa gatal yang ditimbulkan, maka kondisi ini patut diwaspadai.
  • Pada masa kehamilan, organ intim akan memproduksi cairan yang banyak karena pengaruh dari proses implantasi itu sendiri. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan keluarnya bercak-bercak. Apabila tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal, maka keputihan yang dialami tergolong normal.
  • Bagi Anda yang mengalami keputihan saat hamil, sebaiknya perhatikanlah tekstur dari cairan yang Anda keluarkan. Pasalnya, ada beberapa kasus dimana cairan yang dikeluarkan sangat kental, berbau amis, dan memiliki warna kuning atau hijau. Kondisi ini bisa menimbulkan infeksi dan mengakibatkan sakit atau kram pada perut sehingga bisa mengancam kondisi dari sang ibu maupun janin.
Sekalipun Anda bisa membedakan antara keputihan normal atau tidak, sebaiknya lakukanlah pemeriksaan medis agar bisa ditemukan penyebab dari keputihan tersebut. Berdasarkan penyebabnya, keputihan saat hamil dapat dibagi menjadi 3 jenis:
  1. Kandidosis vulvovaginal. Keputihan yang diisebabkan karena adanya sel-sel jamur yang berkembang biak saat masa kehamilan.
  2. Vaginosis bakterialis. Keputihan yang disebabkan karena berkurangnya jumlah bakteri baik di dalam tubuh wanita hamil.
  3. Trikomoniasis. Keputihan yang disebabkan karena tidak sehatnya hubungan seksual yang dilakukan saat masa kehamilan sehingga memicu terjadinya infeksi pada daerah kewanitaan.
Secara umum, wanita yang mengalami keputihan saat sedang mengandung tidaklah berbahaya. Namun kondisi ini jelas memberikan rasa yang tidak nyaman bagi sang ibu. Maka dari itu, berikut kami berikan tips mengatasi keputuhan saat hamil:
  • Langkah utama yang harus Anda lakukan adalah dengan menjaga kebersihan dari organ intim Anda. Cucilah daerah kewanitaan Anda setelah buang air, dengan cara membasuh dari arah depan ke belakang.
  • Selain itu, hindari pula penggunaan pakaian dalam dengan bahan yang ketat. Hal ini akan membuat bakteri mudah berkembang biak serta daerah kewanitaan Anda akan lebih sering berkeringat.
  • Kebiasaan untuk berendam di dalam air hangat sebaiknya hindari. Pasalnya, jamur yang bisa menyebabkan keputihan akan lebih mudah untuk berkembang apabila berada pada kondisi yang hangat.
  • Asupan makanan juga harus mendapat perhatian ekstra karena makanan yang mengandung kafein ternyata berpotensi memunculkan bakteri penyebab keputihan.
***
Itulah beberapa informasi seputar keputihan yang dialami saat masa kehamilan. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan asalkan Anda bisa mengikuti tips mengatasi keputuhan saat hamil yang kami berikan di atas.
Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
Comments
0 Comments
0 Comments

Berikan Komentar

Post a Comment

Translate This Page into