Home » » Apakah Catur Hasil Kebudayaan Orang Kristen?

Apakah Catur Hasil Kebudayaan Orang Kristen?

Diceritakan oleh Tricahyo Abadi pada Saturday, October 18, 2014 | 9:45 AM

Pertanyaan ini muncul di grup Info Catur di Facebook, khususnya berasal dari teman-teman muslim. Lebih lengkapnya berikut baca di bawah ini pertanyaan kontroversial yang bikin grup jadi ramai tersebut.
Tipe buah catur raja yang memiliki mahkota salib
Tipe buah catur raja yang memiliki mahkota salib

Apakah catur hasil budaya orang Kristen?
Apakah catur hasil budaya orang Kristen?

Sudah banyak teman-teman yang tidak setuju dan menolak pendapat pada pertanyaan yang diajukan thread starter (TS). Namun, beberapa teman menjawabnya secara emosional. Di sini saya coba menjawabnya secara lebih obyektif.

Yang tidak sependapat dengan TS sebaiknya mendasari alasannya dengan argumentasi yang baik, alias tidak ngawur. Memang, pada tipe standar buah catur akan kita temukan salib di atas mahkota rajanya. Tipe standar ini dinamakan Staunton sebagaimana nama desainernya. Tetapi perlu diketahui, jauh sebelum standarisasi Staunton ini, sejarawan mengatakan bahwa catur datang ke Eropa justru dibawa oleh orang-orang Arab yang menemukan permainan ini dari Persia. Persia sendiri mengambilnya dari India. 

Buah catur pada masa awal tersebut justru memperlihatkan adanya pengaruh Islam, seperti misalnya adanya buah catur dengan bentuk-bentuk abstrak non-makhluk hidup, yang menggantikan buah catur berupa makhluk seperti kuda atau gajah. Pada masa selanjutnya, yaitu pada saat wilayah muslim banyak jatuh ke raja-raja Kristen, catur tetap lestari karena diperkenalkan org-orang Arab ke Spanyol Kristen. Itulah mengapa standar buah catur menjadi ada salibnya seperti sekarang. Jadi tidak benar kalau dikatakan ini permainan orang Kristen. (Kalau dikatakan permainan orang Hindu atau Zoroaster mungkin benar). 

Hukum Permainan (Catur) Menurut Islam

Memang benar bahwa apapun yang mengakibatkan kecanduan membuat lalai, termasuk catur sebagaimana telah disebut sebuah hadits. Permainan ini menurut pendapat muslim yang saya anggap benar adalah makruh, karena memang saking mengasyikkannya sering membuat kita lalai (berdasarkan ini semua permainan termasuk FB-an bisa jadi makruh jika sifatnya melalaikan). Yang menarik adalah hadits ini mengindikasikan bahwa permainan ini akrab dengan muslim. 

Makruh vs haram memerlukan ketelitian untuk ditetapkan hukumnya, sebagaimana halnya rokok yang muslim berselisih. Yang perlu diperhatikan adalah kehati-hatian kita menetapkan hukum, karena mengharamkan apa yang tidak diharamkan adalah salah. Akhirnya sederhana saja, rasakan saja permainan ini, memang sangat mengasyikkan, bukan? Kita akui saja, terlalu mengasyikkan itu membuat kita lalai. Oleh karena itu tetap waspada, jangan sampai lalai karena catur. Jika Anda pemain catur muslim, mengkin Anda perlu mengiringi dengan dzikir dalam hati saat bertanding. Coba saja! :D

Anda dapat melihat buah catur di masa-masa awalnya di tautan berikut ini: Buah Catur 
Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
Comments
0 Comments
0 Comments

Berikan Komentar

Post a Comment

Translate This Page into