Home » » Kelakar dan Lelucon Seputar Kenaikan BBM

Kelakar dan Lelucon Seputar Kenaikan BBM

Diceritakan oleh Unknown pada Saturday, June 29, 2013 | 8:08 AM

Orang Batak Demo

Hmm, BBM naik, tak TANJUNG harganya, sampai PANGARIBUAN.
Kerja cuma tukang PANJAITAN,
PANDAPOTAN semakin MANURUNG cuma NAPITUPULU ribuan. Mana banyak SIHOTANG lagi. Sementara harga-harga pada NAEK SAGALA.
Gimana mau hidup ARITONANG,
Pada siapa lagi bisa ber HARAHAP dan minta PARLINDUNGAN?
Tak ada pilihan SILAEN melawan, kita harus SIBARANI SIGALINGGING kan para SIJABAT.
Kita HUTAGULUNG mereka yang selalu SIMORANGKIR pada janji,
yang tak SINAMBELA rakyat dan tak punya rasa HASIBUAN.
Pendemo jangan menyerah, harus SIPAYUNG bersama tetap SINAGA.
Kalau perlu MATONDANG polisi atau lempar pake BATUBARA.
Ayoo SBY, mau lari ke MANALU...?!
Buat yang masih takut silahkan SIDABUTAR ke arah HUTABARAT,
Sembunyilah dibalik POHAN, dibawah TAMBUNAN sampah
Semoga digigit RAJA GUKGUK.

gambar: adiebreezha.blogspot.com

Orang Batak Mengeluh

BBM Naik lagi…
Hidup tambah SIMANUNGKALIT,
PANDAPOTAN MANURUNG,
sehari cuma dapat PASARIBU
banyak SIHOTANG dimana-mana,
hidup bagai mendaki TOBING,
tak ada lagi HARAHAP,
kepala pusing sampai SIBUTAR-BUTAR,
rambut rontok nyaris POLTAK,
jumlah rakyat miskin udah PANGARIBUAN,
anak anak menangis MARPAUNG PAUNG,
Pagi biasa sarapan roti, nasi ini jadi kue LUBIS
usaha PANJAITAN tidak maju-maju
otak sudah SITOMPUL,
Kalau gini terus keadaan makin GINTING
tapi kita tetap diminta sabar SITORUS,
jangan putus HARAHAP,
tetap sehat dan lebih irit dengan kereta PERANGIN-ANGIN
mintalah PARLINDUNGAN supaya BONAR BONAR selamat… …

addowww ...BUTET dahhhhh ............

Analisa: Kenaikan BBM Menurunkan Jumlah Rakyat Miskin

Kenaikan harga BBM dapat mengakibatkan jumlah rakyat miskin turun… Bahkan kenaikan BBM sebesar 10% dapat menurunkan jumlah rakyat miskin sampe 14%. Penurunan jumlah rakyat miskin ini bisa mencapai 100%, apabila kenaikan BBM tersebut mencapai 100%. atau bahkan lebih"
Analisanya sebagai berikut:
Harga BBM naik, rakyat miskin yang tadinya naek Bis sekarang jadi jalan kaki… trus ketabrak sama metro mini yg ngebut karena nguber setoran trus mati.
Rakyat miskin yang makan sehari satu kali kini makan 3 hari sekali(karena daya belinya turun)… Lama-lama mati kelaparan
Rakyat miskin dulu saat sakit masih bisa beli obat generik… karena BBM naek jadi nggak bisa beli lagi… akhirnya mati.
Rakyat miskin banyak yang stress mikirin BBM naek, sampe lupa makan dan minum … akhirnya mati juga
Rakyat miskin yang kreatif dan berinisiatif buat memenuhi kebutuhan dia nyolong bebek tetangga, ketangkep, digebukin massa…. Ampe mati juga
Rakyat miskin tadi yang ketangkep tapi nggak digebukin dan diserahin ke ktr polisi, eh... di penjara dia gantung diri… mati juga

Kesimpulan dan Harapan

Langkah pemerintah mau naekin BBM sudah cukup tepat… hanya saja naeknya masih kurang tinggi (kisaran Rp.1000-1800/liter. Coba kalo dinaekin tinggi2… (Rp.20.000/liter) pasti makin cepat lagi pengurangan rakyat miskin di negeri ini.

Semoga pemerintah kita membaca analisa ini… dan segera saja naekin tuh BBM.

Info Terbaru: Penyesuaian UMR seiring Kenaikan BBM

Berita menggembirakan buat rakyat. Menyusul kenaikan BBM tahun ini, pemerintah memberlakukan upah minimum bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan pendidikan minimal, yaitu :
  • SD = Rp. 1.350.000,-
  • SMP = Rp. 2.650.000,-
  • SMA = Rp. 3.550.ooo,-
  • S-1 = Rp. 5.570.000,-
  • S-2 = Rp. 7.330.000,-
Uniknya, gaji tersebut harus dibayarkan dalam bentuk mata uang Yen dengan rincian sebagai berikut :
  1. Yen ana duwite (kalau ada uangnya)
  2. Yen ora lali (kalau tidak lupa)
  3. Yen ana turahan Bank Century (kalau ada sisa Bank Century)
  4. Yen ora bangkrut (kalau tidak bangkrut)
  5. Yen Presidene Simbahmu,(kalau yang jadi presiden adalah Mbah-mu)
  6. Yen ing tawang ana lintang (kalau di langit ada bintang, judul lagu bahasa Jawa)
Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
Comments
0 Comments
0 Comments

Berikan Komentar

Post a Comment

Translate This Page into