Home » » Cara Menghapus Iklan yang Muncul di Android

Cara Menghapus Iklan yang Muncul di Android

Diceritakan oleh Unknown pada Saturday, June 15, 2013 | 5:19 PM

Solusi untuk Android kali ini berasal dari pertanyaan Om Irwan di milis id-android. Beliau merasa terganggu dengan munculnya iklan setiap satu jam sekali pada handphone beliau. Masalahnya, jika sampai iklan terpencet akan langsung memotong pulsa. Karena terganggu, beliau ingin menghapusnya tetapi tidak tahu aplikasi apa yang harus dihapus atau di-uninstall karena memang iklan ini muncul begitu saja.

Ini memang resiko teknologi yang sekarang harus kita tanggung. Telepon pintar seperti kacang goreng, namun ini bukan kacang yang murah dan sekali lahap habis. Di balik kata pintar atau smart itu, ada raksasa-raksasa tersembunyi yang siap menerkam kita jika kita tidak arif menggunakannya. Salah satunya adalah perusahaan penerbit iklan mobile yang akhir-akhir ini semakin agresif menggunakan berbagai teknik untuk memunculkan iklannya di HP kita. Salah satu di antara teknik-teknik tersebut adalah memunculkan iklan tiba-tiba di layar. Iklan yang tiba-tiba muncul ini disebut push notification ads, yang oleh Google diterjemahkan iklan notifikasi push, tapi saya suka menyebutnya iklan selonong karena iklan ini memang suka nyelonong tanpa muncul tanpa eksekusi langsung. :D

push notification adspush notification ads
Tawaran iklan notifikasi pushTawaran iklan notifikasi push

Iklan-iklan ini berasal dari perusahaan pemasaran mobile seperti berikut:

Airpush, LeadBolt, Appenda, IAC, Moolah Media, SendDroid, AppBucks, Kuguo, AdFonic, AdKnowledge, Admia, AdMob, Aduru, AdWhirl, AirAd, Burstly, BuzzCity, Casee, Cauly, Everbadge, GreyStripe, InMobi, JumpTap, LeadBolt, LogiaAd, MDotM, Medialets, Millennial, MobClix, MobFox, MOcean, MoPub, Pontiflex, Smaato, StartApp, Tapit!, TapJoy, Vdopia, Vserv, Youmi, ZestAdz, dan lain-lain yang akan terus menyerang Android. 

Jika ingin menghentikan iklan dari push notification ads, kita perlu membuka situs-situs perusahaan penyedianya yang saya sebut di atas, bukan dengan unreg ke nomor 9599 seperti yang dilakukan Om Irwan karena itu adalah Nomor SMS Premium di Indonesia. Namun, apa kita akan mengecek laman mereka satu persatu sebanyak itu, pusing kan? Gratis Kok Minta Selamat? Azzz. >.<

Perlu diketahui, pada saat kita memakai aplikasi tertentu, baik itu gratis maupun berbayar, kita akan diminta menyetujui suatu persetujuan dengan pembuat aplikasi tersebut, entah namanya Disclaimer, ToS atau Term of Service, User Agreement, dan lain-lain (saya kurang paham istilah hukum). Dari situlah klausul kita menyetujui iklan selonong ini muncul. Biasanya klausul-klausul persetujuan itu akan muncul dalam proses penginstallan. Seringkali kita abai semua persetujuan itu dengan pencet next-next, ok-ok, yes, dan lain-lain. Jadi, kalau dibilang tanpa persetujuan kita itu juga salah. Kalau muncul tanpa eksekusi sih saya benarkan. :) Begitulah yang terjadi pada HH Android Om Irwan setelah anak beliau menginstal banyak aplikasi gratis.

Di Android, iklan seperti ini dibawa oleh suatu aplikasi yang telah kita install. Kita mengenalnya dengan istilah in-apps advertising atau iklan dalam-aplikasi. Inilah salah jawaban dari pertanyaan mengapa aplikasi Android gratis bisa menghasilkan milyaran rupiah. Tawaran-tawaran yang diberikan oleh aplikasi gratis bisa berupa upgrade aplikas itu sendiri, atau iklan-iklan titipan perusahaan seperti di atas. Jadi ini bukan malware, tetapi adware artinya resmi diakui Google. Kalaupun discan dengan antivirus seperti yang telah dilakukan Ow Irwan ya dianggap bersih.

Sebelumnya di Google Play Store muncul aplikasi Android yang fungsinya membantu kita untuk menghapus iklan-iklan tersebut. Tapi karena keuntungan dan kemajuan developer diperoleh dari iklan, maka Google menganggap ad blocker, AdFree Android, Ad Way, dan semacamnya bertentangan dengan policy Android hingga akhirnya dihapus dari Google Play Store.

Kalaupun tidak memblokir, sebenarnya bisa kita mendeteksi aplikasi sumber iklan notif ini jika kita menggunakan OS Android versi 4.1 Jelly Bean ke atas, tinggal kita tekan agak lama notif-nya sampai muncul informasi aplikasi apa yang membuat iklan tersebut otomatis muncul. Kelebihan lain Jelly Bean, iklan-iklan tersebut hanya muncul di notofication bar, tidak membuat jendela munculan atau framework.  Setelah tahu, kita bisa langsung menguninstallnya. Oleh karena itu, sebaiknya pengguna versi sebelum Jelly Bean mengupgrade OS.
 
Yang tidak bisa upgrade bisa menggunakan aplikasi  di bawah ini untuk mendeteksinya.

AirPush Detector (Developer Dan Bjorge)

Lookout Ad Network Detector (Developer Lookout Labs) 

Adons Detector (Developer Denper)

Kredit gambar: Om Irwan di milis id-android
Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
2 Komentar
2 Komentar
Komentar

2 Komentar:

  1. handphone saya pake jelly bean tetapi kalo iklannya di tekan ga muncul notif aplikasi mana yang bikin iklan itu, gimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tekan lama iklan yg muncul sebagai notif > App Info > ilangin centang show notification > OK. Atau cara lain:
      Cari di Settings > Apps Option > Ilangin centang show notifications > OK.
      Jika membantu, klik share atau G+ button posting saya, Sis. :D

      Delete

Translate This Page into