Home » , » Penipuan via Telepon dengan Modus Sok Kenal dan Cara Menghindarinya

Penipuan via Telepon dengan Modus Sok Kenal dan Cara Menghindarinya

Diceritakan oleh Tricahyo Abadi pada Thursday, May 23, 2013 | 12:22 AM

Penipuan via Telepon dengan Modus Sok Kenal kembali memakan korban. Kini Om Afif, teman milis juga mempunyai teman yang jadi korban penipuan model ini dengan kerugian sebesar 11 juta! Berikut ini sharing beliau di milis:
Dear para suhu dan anggota milis sekalian,
Maaf kalau postingan saya mengganggu. Saya sekedar men-share pengalaman 'tertipu' yang menimpa teman saya kemarin sore, supaya kita lebih waspada dan berhati-hati, terutama dalam berinteraksi sosial dengan menggunakan media online. Karena ternyata para penjahat sekarang semakin canggih dan detail.
Terlihat dari kasus yang menimpa teman saya ini, dimana penipunya bisa tahu latar belakang dari korban penipuan dan korban yang namanya dicatut, sampai ke jumlah anak beliau beliau ini.
Analisa saya, (kelompok) penipu ini sudah melakukan tracing dan mengikuti aktifitas beliau berdua di dunia maya. Entah melalui jejaring sosial dan atau group milis yang mereka ikuti.
Berikut kronologis kejadian, sesuai email yang beliau sampaikan kepada saya (note: nomor hp korban saya samarkan, supaya tidak terjadi penipuan lagi, karena beliau agak awam dgn dunia maya).

Laporan Penipuan Pulsa

Pelapor : Kr 0856xxxxxxxx:

Kronologis: Tanggal 20 Mei 2013 jam 18.30, seseorang yang mengaku bernama AO (nama teman saya), menelpon via hp untuk minta tolong diisikan pulsa untuk BB-nya senilai 100rb, dia mengenal nama kecil saya sebagai At. Dalam pikiran saya karena di club otomotif saya mengenal dengan baik AO dari cara bicaranya, jenis suaranya sama persis dengan AO yang asli.
Selanjutnya dia bercerita sedang dalam perjalanan menuju daerah terpencil antara Cikalong dan Cirata yang jauh ke mana-mana (daerah keramaian terdekat katanya makan waktu 1 jam perjalanan). Tujuannya rombongan yang katanya 2 bis akan mengantar kawan kantornya Seserahan, mengaku dari Pemda Tangerang.
Setelah saya layani permintaan pulsa BB nya, seolah terdengar banyak suara ibu-ibu minta diisikan pulsa juga. Berhubung rombongannya 2 bis, saya melayani terus setiap pembelian pulsa, dengan dalih kita jualan aja , modal 100rb dijual 150rb (150%).

Saya ikut terus ide jualan itu, ditanggal 20 Mei sampai dengan jam 23:30 hasil "jualan bersama" mencapai Rp 2.040.000, melalui ATM BCA saya transfer pulsa Rp 1.700.000.
Pagi jam 06:30 tgl 21 Mei kontak telpon hp berlanjut sampai siang jam 12:00 melayani permintaan pulsa lagi hingga mencapai Rp 3.066.000.
Sambil saya di perjalanan ke jakarta dengan travel permintaan terus berjalan sampai pembelian Rp 4.106.00 sehingga total Rp 10.912.000.
Dari penjualan tersebut terkumpul "katanya" sebesar Rp 16.368.000 dimana selisihnya yang Rp 5.456.000 adalah keuntungan hasil "kerja sama jualan pulsa" tadi yang pembagiannya akan saya terima bersih sebesar Rp 3.5000.000 untuk saya bersih.

Ketika saya tiba di jakarta kami janjian untuk ketemu di blok M Mall.
Saya bergegas ke sana dan mengabari yang bersangkutan untuk ketemuan dan membayar Cash modal dan keuntungannya. Satu jam saya menunggu/menelepon ke tiga nomer yang dia pakai ternyata out of service area. Sambil menunggu saya hubungi ketua club untuk minta no Hp AO asli selain no Axis yang saya punya, segera jawaban diterima dan ketika melihat nomor teleponnya , ternyata nomor AO asli beda dengan ketiga nomor yang dipakai AO penipu ini.
Saya hubungi AO asli, ternyata nanya "apa kabar" yang buat saya membingungkan, kok dari tadi telponan, di sebrang sana langsung menyapa apakabar? kemana aja? Sontak saya baru sadar kalo saya tertipu krn AO yang asli sedang kerja di Depok dan gak pernah janjian dengan saya untuk ketemuan di Blok M mall.

Demikian kronologis yang saya ingat.

Semoga data ini berguna untuk dilakukan penyelidikan terhadap "oknum penipu" yang mengaku bernama AO di atas. Dan pelakunya baik perorangan maupun berkelompok, bisa tertangkap dan tidak lagi melakukan penipuan ke orang lain.

Thx,korban, Kr

Nomer yang dipakai penipu : 085778961550, 085693930703, dan 085693930474 mengaku sebagai AO dari club otomotif yang saya kenal baik.

Nomor-nomor telp yang minta ditransfer pulsanya : 087804401100, 085778961550, 085692944443, 081212393265, 081290062126, 087804536575, 087741736406, 087741736103.
malam pulsa dikirim : xl 816rb, im3 204rb, simpati 1.020 rb.

Pagi pulsa dikirim : xl 2.754rb, xl 312 rb

siang pulsa dikirim : im3 918rb, im3 104rb, simpati 1.836rb, simpati 1.248rb.

Total kiriman dari agen pulsa Y: Rp 9.239.000.

Dari Alfamart : 2 x 350 rb = 700rb

Dari ATM BCA : simpati 500rb, ke im3 500rb.

Jadi total pulsa terkirim ke nomor-nomor di atas: Rp 10.939.000.

Khusus "penipuan via telepon dengan modus sok kenal" di atas, ada beberapa hal yang perlu pembaca ketahui. Pertama, penipuan model ini sudah profesional. Hal ini terlihat dari cara mereka membuat tim khusus yang berbagi peran tertentu, yang sebelumnya sudah menyelidiki dan mempelajari latar belakang data korbannya. Kedua, perhatikan bagian yang saya cetak tebal pada kutipan di atas untuk mengetahui ciri-ciri penipuan. Ketiga, untuk kasus yang menimpa teman saya, kenyataannya adalah teman saya yang jadi korban tersebut hampir tidak pernah mengunggah data pribadinya di internet. Satu-satunya yang beliau ingat pernah lakukan adalah mengunggah data lengkap profesional ke panitia suatu diklat resmi. Kemungkinan lewat situlah data diperoleh. Teman saya mencantumkan Tempat lahir Solo, maka penipu akan menggunakan aktor dengan logat Solo.

Penipu SMS sok kenal
Penipu SMS sok kenal

Menghindari Penipuan via Telepon dengan Trik Jeruk Minum Jeruk

Maksud saya trik jeruk minum jeruk itu adalah melawan tipuan dengan tipuan. Kuncinya penipuan model ini adalah membuka percakapan telepon dengan kalimat "Ingat aku nggak?" atau yg mirip dengan itu untuk menjebak korban. Jika menerima panggilan telepon seperti ini, mulailah berhati-hati. Sebaiknya jangan pernah menyebut nama sahabat kita yang asli. Sebaliknya, cobalah menjawab balik dengan menipu si penelepon, yaitu dengan menyebut nama yang tidak pernah Anda kenal misal "si Darsim ya SMA dulu ya?" Jika si penelepon menjawab, "bukan", jangan terpancing untuk menyebut nama teman asli, tapi terus sebutlah nama ngawur sampai si penelepon mengakui nama itu atau menyebut namanya sendiri.

Kemungkinan jika si penelepon memang berniat menipu dan sudah mengetahui salah satu sahabat kita, dia akan menyaru sebagai teman kita tersebut. Jika sudah begitu, tipulah dia dengan suatu pengalaman abal-abal yg dikaitkan dgn nama tersebut. Jika dia tertipu dan mengakuinya, selamatlah kita dari penipuan.

Ciri utama penipuan ini seperti disebut Om Hery SW adalah meminta transfer, baik uang, voucher isi ulang, maupun pulsa. Jika penelepon sudah melakukan hal ini, Anda patut menduga kuat itu adalah penipuan alih-alih mempercayai si penelepon sebagai teman Anda seperti yang dia klaim. Lakukanlah cross check terlebih dahulu dengan menghubungi atau mengakses data dari nama yang diklaim melalui media japrinya yang lain, atau menghubungi kontak lain yang bisa mengklarifikasi atau mengonfirmasi bahwa si penelepon tersebut memang benar teman Anda. Sekian dulu tips ngawur saya.

Lihat juga kasus teman kantor saya jadi korban dengan kerugian sekitar empat juta di Cara Menghindari Penipuan via Telepon dan SMS


Jika menurut Anda bermanfaat, silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
Comments
0 Comments
0 Comments

Berikan Komentar

Post a Comment

Translate This Page into